BAB 4
Manusia dan Cinta Kasih
A. Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadama, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) atupun ( rasa ) sanga kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang ) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W.sarwono, dikatakanya cinta memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain. Unsur yang kedua keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga adalah kemesraan yaitu, adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa asayang dan seterusnya.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Hikmah cinta sangat lah besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasaan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkanya. Diantara hikmah tersebut adalah :
1. Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian terberat dan pahit dalam kehidupan manusia. Karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2. Bahwa fenomena cinta yang teah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar dalam melestarikan kehidupan lingkungan.kalau bukan karena cinta tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakanya.
3. Bahwa fenomena cinta merupakan factor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antara mereka. Juga untuk memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modal utama dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4. Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan peringkat yang paling kuat dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegankkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dri segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.
B. Cinta menurut ajaran agama
Dalam kehidupan manusia , cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini dapat. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
Cinta diri
Cinta diri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderunganya untuk menuntut segala sesuatu yang membahayakan keelamatan dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik baginya dan menjauhkan dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukan kecintaan terhadap dirinya sendiri ialah kecintaanya sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup ( QS. Al-‘Adiyat, 100:8 )
Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia hidup penuh dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya menyeimbangkan cinta dan kasih sayangnya pada orang-orang lain, bekerja sama dan member bantuan kepada orang lain.
Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saig cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.
Cinta seksual
Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual, ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. ( QS. Ar-Rum, 30:21 )”
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksual terbentuklah keluarga. Dari keluarga terbentuklah masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa salingkenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.
Cinta kebapakan
Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memangglnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam di telan ombak :
“…Dan Nuh memanggil anaknya- sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil- : “ Hai..anakku, naiklah ( kekapal ) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir “ (QS Yusuf, 12:84 )
Cinta ini tampak pula dala doa Nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat:
“Dan Nuh berseru kepada Tuhanya sambil berkata :” Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya “ ( QS,Hud, 11:45 )
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikanya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening,jernih dan spiritual ialah cinta nya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakanya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
“katakanlah: “ jika kamu ( benar-benar ) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah maha pengampun lagi maha penyayang “ ( QS Ali-Imran, 3:31 )
Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke du setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dala tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainya .
C. Kasih sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poewadaminta adalah perasaan sayang, perasan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
Kasih sayang dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :
i. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral- materil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat
ii. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini anak berlebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua meniakan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
iii. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Kehidupan keluarga ini sangat dingin, tidak ada kasih sayag, masing-maing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidan materi saja.
iv. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak- banyaknya saling menghargai, saling membutuhkan.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab, kemesraan ialah hubungan yang akrab antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang berumah tangga.
Filsuf Rusia, Salvjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “ jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar cinta diri. Ia mulai hidup baru untuk orang lain “
Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya “on love” mengatakan “ dikedalaman sanubarinya sorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar an melibatkan seluruh eksistensinya.”
Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi sesorang untuk mengenal dirinya sendiri
Kemampuan mencintai memberikan nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
E. Pemujuaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhanya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhanya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dll.
F. Belas kasihan
Cinta terhadap sesame adalah perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita atau cinta kepada Tuhan.
Dalam cinta sasama dipergunakan istilah belas kasihan karena cinta disini bukam karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya dan sebagainya.
Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihanya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWt.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan
dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak acara kita menumpahkan belas kasihan. Orang-orang yang umumnya menderita lahir dan bathin umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Bebagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dll.
G. Cinta kasih erotis
Pertama-tama cinta kaih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti telah dikatakan, pemgalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bila orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan.
Kamis, 26 November 2015
Selasa, 10 November 2015
BAB 3
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusatraan
A. Pendekatan kesusatraan
Hampir disetiap jaman seni
termasuk sastra memegang peranan ynag penting dalam the humanities. Ini terjadi
karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukanya formulasi nilai-nilai
kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Disbanding dengan
cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memgang
peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikanya
normatif.
Hampir disetip jaman sastra
mempunyai peranan lebih penting. Alas an pertama, karena sastra mempergunakan
bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua
pernyataan manusia
Sastra juga lebih mudah
berkomunikasi, karena pada hakikatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.
Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta
kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainya yang digarap oleh filsafat adalah
abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
Karena seni memegang peranan penting maka
seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting
adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan.
Kepekaan menyebabkann dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang
lain.
B.
Ilmu budaya
dasar yang dihubungkan dengan prosa
Dalam kesusastraan Indonesia
kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
1)
Prosa lama meliputi
·
Dongeng-dongeng
·
Hikayat
·
Sejarah
·
Epos
·
Cerita pelipuur lara
2)
Prosa baru meliputi
·
Cerita pendek
·
Roman/novel
·
Biografi
·
Kisah
·
Otobiografi
C.
Nilai-nilai
dalam prosa fiksi
1.
Prosa fiksi memberikan kesenangan
Pemabaca mendapatkan pengalaman
sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan.
Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang
asing yang belum dikunjunginya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang
aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk
mencapai sukses.
2.
Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi
yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat
belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang
kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan
dating atau kehidupan yang asing sama sekali
3.
Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat mensimuli
imajinasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari
warisan budaya bangsa.
4.
Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Ada semacam kaidah kemungkinan yang
tidak mungkin dalam fiksi yang memungkinkan pembaca untuk memperluas dam
mendalami persepsi dan wawasanya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia.
Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan
wawasanya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang
mungkin sangat berlain dari pribadinya.
D. Ilmu budaya dasar yag dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra,
sedangkan sastra bagian ari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari
kebudayaan. Kalau diberi batasan ,maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa
penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan tuhan melalui media bahsa yang
artistic/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan bahasa
puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan
menggunakan :
a.
Figurasi bahasa seperti gaya personifikasi,
metaforsa, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi
segar,hidup,menarik, dan memberikan kejelasan gambaran angan.
b.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang
bermakna ganda, banyak tafsir
c.
Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah
diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pegalaman jiwa penyair sehingga
terasa hidup dan memukau
d.
Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang
sudah diberi tambahan nilai-ilai rasa dan asosiasi tertentu
e.
Pengulangan, yang berfungsi untuk menintensifkan
hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada
perkuliahan ilmu budaya adasr adalah :
Ø
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman
dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan” ini berarti bahwa manusia
senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih meghidupkan
pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas.
Dengan perwakilan itu dapat memberikan kesadaran yang pentng untuk melihat dan
mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan masyarakat.
Ø
Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Dengan membaca puii mahasiswa dapat
diajak menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri,
karena melalui puisi sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hai
manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.
Ø
Puisi dan keinsyafan sosial
Secara imajinatif puisi dapat
menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
·
Penderitaan atas ketidak adilan
·
Perjuangan untuk kekuasaan
·
Konflik dengan sesamanya
·
Pemberontakan terhadap hokum tuhan
Mari kita perhatikan
kutipan-kutipan prosa dan puisi di bawah ini
SURAT DARI IBU
Asrul
sani
Pergi
ke dunia luas anakku sayang
Pergi
ke hidup bebas
Selama
angin masih angin buritan
Dan
matahari pergi menyinari daun daunan
Dalam
rimba dan padang hijau
Pergi
ke laut lepas anakku saying
Pergi
ke alam bebas
Selama
hari belum petang
Dan
warna senja belum kemrah-merahan
Menutup
pintu waktu lampau
Jika
bayang telah pudar
Dan
elang laut pulang kesarang
Angin
bertiup ke benua
Tiang-tiang
akan kering sendiri
Dan
mahkota sudah tau pedoman
Boleh
engkau dating padaku
Kembali
pulang anakku saying
Kembali
kebalik malam
Jika
kapal telah rapat ke tepi
Kita
segera bercerita
Tentang
cinta dan hidupmu pagi hari
Asrul sani dengan sajaknya “surat dari ibu” mengungkapkan betapa
tulus cinta dan kasih saying eorang ibu kepada anaknya. Bukan dengan
memenjakanya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi
menuntun ilmu kenegri seberang, dan mencari pengalaman hidup
sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi orang barulah ia boleh pulang
dan si ibu akan membicarakan masa depanya, hidup berumah tangga.
Kamis, 05 November 2015
BAB 2
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A. MANUSIA
Dalam
ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom
yang membentuk jaringan system yang dimiliki manusia ( ilmu kimia ). Manusia
merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yng saling terkait satu sama
laindan merupakan kumpulan dari energy ( ilmu fisika) manusia merupakan makhluk
biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu
social manusia merupakan mahluk yang memperoleh keuntungan atau selalau
memperhitungkan setiap kegiatan/ homo econimicus ( ilmu ekonomi ). Manusia
merupakan mahkluk social yang tidak dapat bediri sendiri ( sosiologi ), dan
lain sebagainya.
Ada
dua padangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur
membangun manusia .
1.
Manusia itu sendiri dari empat unsure yang
saling terkait,yaitu :
a)
Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada
luarnya,dapat diraba,dan difoto, dan menepat ruang dan waktu ( hal 62 )
b)
Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai
dengan gerak ( 66 )
c)
Ruh : bimbingan dan pimpinan tuhan daya yang
bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang
bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan ( hal 77 )
d)
Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu
kesadaran tentang diri sendiri ( hal 79 ) ( Asy’arie,1992 hal: 62-84 )
2.
Manusia sebagai salah satu kepribadian
mengandung tiga unsur :
a)
Id, merupakan struktur kepribadian yang paling
primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energy psikis
yang menunjukan cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang cara
instingual menentukan proses-proses ketidaksadaran.
b)
Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadia
yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “
eksekutif” karena perananya menghubungkan energy id ke dalam saluran social
yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c)
Superego, merupakan struktur kepribadian yang
paling akhir, superego merupakan kesatuan standar-standar moral yan diterima
oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar
diri.
B. HAKEKAT MANUSIA
a.
Mahkluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh
dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat
dilihat,diraba,dirasa,wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia
meninggal,jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan. Dan jiwa
tidak mengalami kehancuran, jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia
sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.
Mahkluk ciptaan Tuhan yang sempurna, jika
dbandingan dengan makhluk lainya.
Kesempurnaanya terletak pada
adab dan budayanya, karena manusia dilegkapi oleh penciptanya dengan
akal,perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Daya rasa dalam
diri manusia ada dua macam,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.
Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani mellui pancaindera,tingkatnya
rendah dan terdapat pada manusia dan binatang, perasaan rohani adalah perasaan
luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1)
Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan pengetahuan
2)
Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan
dengan keindahan
3)
Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan
dengan kebaikan
4)
Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan
dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
5)
Perasaan social,yaitu perasaan yang berkenaan
dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut mersakan kehidupan
orang lain
6)
Perasaan religious, yaitu perasaan yang
berkenaan dengan agama dan kepercayaan
c.
Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang
budayawi
Sebagai makhuk hayati, manusia
dapat dipelajari dari segi-segi anatomi,disiologi atau
faal,biokimia,psikobiologi,patologi,genetika,biodemografi,evolusi
biologisnya,dll.
Sebagai makhluk bdayawi manusia dapat dipeajari dari segi-segi
kemasyrakatan,kekerabatan,psikologi social,kesenian,ekonomi,bahasa,dll
d.
Mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan
lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan
berkarya .
Soren kienkegaard seorang filsuf
Denmark pelopor ajaran “eksisitensialisme” memandang manusia dalam kontek
kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkunganya,
memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hokum alamiah pula.
Hidup manusia mempunyai tiga
taraf, yaitu estetis,etis dan religious. Dengan kehidupan estetis, manusia
mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan dan
mengungkapkan kembali (karya) dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah.
Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan
manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan dan dipertanggung jawabkan. Dengan
kehidupan religious manusia enhayati pertemuaya dengan Tuhan.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis
L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya
keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat, dan
kesusastraan cina klasik. Karya tulisanya berjudul Psychological Homeostatis
Cina klasik, Majalah American Anthropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman
23-24.
Hsu
telah mengembangkan suatu konsepsi bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk
social budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran
konsentris diri pribadi .
Nomor
7 dan 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di
daerah pedalaman dari alam jiwa individu da terdiri dari bahan pikiran dan
gagasan yang telah terdesak ke dalam, sehingga tidak disadari lagi oleh
individu yang bersangkutan.
Nomor
5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan ( unexpressed conscious ). Lingkaran
itu terdiri dari pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang disadari oleh si
individu yang bersangkutn, tetapi disimpanya saja dalam alam jiwaya sendiridan
tak dinyatakan kepada siapapun juga dalm lingkunganya .
Nomor
4 disebut kesadaran yang dinyaakan ( expressed conscious ). Lingkaran ini di
dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikira , gagasan-gagasan dan
perasaan-perasaan yanh dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada
sesamanya yang dengan mudah diterima dan dijawab oleh sesamanya.
Nomor
3 disebut dengan hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang0orang,
binatang-binatang atau benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra
dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan
isi hati.
Nomor
2 disebut lingkungan hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap saying
dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau
benda-benda itu bagi dirinya.
Nomor
1 disebut lingkaran hubunganya jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam
jiwa manusia tentang manuia, benda-benda,alat-alat, pengetahuan dan adat yang
ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri,tetapi yang jarang sekali mempunyai
arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Nomor
0 disebut lingkungan dunia luar, terdiri dari pikiran dan anggapan yang hamper
sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya
terdiri dari pikiran dan angapan tentang orang dan hal yang ditanggapi oleh
individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.
D. PEGERTIAN KEBUDAYAAN
Dua
orang antropolog terkemuka yaitu Melville J.Herkovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat
did lam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat
itu.
Kebudayaan
jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang
berarti busi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere
yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan
sebagai “ segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan
untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala
usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidup di dalam
lingkunganya”.
Seorang
antropolog yaitu E.B.Taylor ( 1871 )mendefenisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah ompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral,hokum adat istiadat dan kemampuan lin
serta kebiasaan-kebiasaan yang di dapatkan oleh manusia sebagai anggota
masyarakat .
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
C.Kluckhohn
di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, ada
tujuh unsure kebudayaan universal,yaitu :
a.
Sistem Religi
Merupakan produk manusia sebagai homo religious .
manusia yang memiliki kecerdasan
pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya
terdapat kekuatan lain yang maha besar.
Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirnya kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
b.
Sistem organisasi kemasyarakatan
Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia
sadar bahwa tubuhnya lemah,namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi
kemsyarakatan dimana manusia bekerja sama
untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
c.
Sistem
pengetahuan
Merupkan produk manusia sebgai homo sapiens. Kemampuan
manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahu kemudian menyampaikanya kepada
orang lain melalui bahasa.
d.
Sistem
mata pencaharian hidup dan system ekonomi
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus
menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
e.
System teknologi dan peralatan
Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber.
Bersumber dari pemikiranya yang cerdas dan dibantu dengan tanganya yang dapat
memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.
f.
Bahasa
Merupakan poduk dari manusia sebagai homo longuens.
Bahasa manusia pada mulanya diwujudkan dalam bentuk tanda yang kemudian
disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan
g.
Kesenian
Merupakan produk dari manusia sebagai homo aeteticus.
Manusia bukan lai semata-mata memenuhi kebutuhan perut saja,mereka juga perlu
pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi
melalui kesenian.
F.
WUJUD
KEBUDAYAAN
Menurut dimensi wujudnya,
kebudayaan mempunyi tiga wujud, yaitu :
1.
Kompleks gagasan,konsep,dan pikiran manusia
Wujud ini disebut dengan sisitem budaya, sifatnya
abstrak,tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang
menganutnya, atau dengan perkatan lain ,dalam alam pikiran warga masyarakat
dimana kebudayaan bersangkutan hidup.
2.
Kompleks aktivitas
Wujud ini sering disebut system social. System social
terdiri dari aktivita-aktivitas manusia yang berinteraksi,berhubungan,serta
bergaul satu sama lain,selalu menurut pola tertentu yang berdasarkan adat tata
kelakuan.
3.
Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas
dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai
tujuany. Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkret juga bisa disebut
kebudayaan fisik,mulai benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.
G.
ORIENTASI
NILAI BUDAYA
Menurut C.Kluckhohn, sisitem
nilai budaya menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia :
1.
Hakikat hidup manusia ( MH )
Ada yang berusaha untuk memadamkan hidup,ada pula yang
dengan pola kelakuan tertentu menggangap hidup sebagai suatu hal yang baik, “
mengisi hidup “
2.
Hakikat karya manusia ( MK )
Ada yang beranggapan banhwa,karya bertujuan untuk
hiup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan,karya merupakan gerak hidup
untuk menambah karya lagi.
3.
Hakikat waktu manusia ( WM )
Ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa
lampau,ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4.
Hakikat alam manusia ( MA )
Ada kebudayaan yang menggap manusia harus
mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin,ada juga yang
beranggapan manusia harus harmonis dengan alam an manusia menyerah kepada alam
5.
Hakikat hubungan manusia ( MN )
Ada yang mementingkan hubungan manusia dengan
manusia,baik scara horizontal
( sesamanya ) maupun secara vertical ( orientasi
kepada tokoh ). Ada pula yang berpandangan individualistis ( menilai tinggi
kekuatan sendiri ).
H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya gerak/perubahan ini
disebabkan oleh beberapa hal :
1)
Sebab –sebab berasal dari dalam masyarakat dan
kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2)
Sebab-sebab perubahan ingkungan alam dan fisik
tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidunya terbuka,yang berada dalam
jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk
berubah lebih cepat.
alkulturasi dalam sejarah kebudayaan terjadi
di masa silam. Proes migrasi besar-besaran dahulu kala mempermudah
berlangsungnya alkulturasi tersebut.
Beberapa masalah
yang menyangkut proses tadi adalah :
A.
Unsure-unsur kebudayaan asing yang mudah
diterima :
1.
Unsur kebudayaan keberadaan seperti peralatan
yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan bermanfaat bagi masyarakat
yang menerimanya
2.
Unsur yang terbukti membawa manfaat besar,
misalnya radio, computer, telephone yang banyak membawa keguaan terutama
sebagai alat berkominukasi.
3.
Unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan
keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut.
B.
Unsure-unsur kebudayaa yang sulit diterima oleh
sesuatu masyarakat :
1.
Unsure yang menyangkut sisitem kepercayaan
seperti ideology,falsafah hidup dll
2.
Unsure yang di pelajari pada taraf peertama
sosialisasi.
C.
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai
individu yang cepat menerima unsure kebudayaan asing yang masuk melalui proses
akulturasi.
D.
Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi,
selalu ada kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi
Berbagai
factor yang mempengarhi diterima atau tidaknya suatu unsure kebudayaan baru
adalah :
1.
Terbatsnya masyarakat memiliki hubungan atau
kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar
masyarakat tersebut.
2.
Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang
dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai aama dan ajaran ini
terjalin eratt dalam keseluruhan pranata yang ada.
3.
Corak struktur social suatu masyarakat turut
menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4.
Suatu unsure krbudayaan diterima jika sebelumnya
sudah ada unsure-unsure kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya
unsure kebudayaan yang baru .
5.
Apabila unsur yang baru itu memiliki skala
kegiatan yang terbatas,dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaanya oleh warga
masyarakat yang bersangkutan.
I.
KAITAN
MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN
Dalam
sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa
walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan kesatuan. Manusia
menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan
mengatur hidup manusia agar sesuai denganya.
Dari
sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara
dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis.
Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1.
Eksternalisasi : yaitu proses dimana manusia
mengekpresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2.
Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat
menjadi realitas obyektif, aitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan
berhadapan dengan manusia
3.
Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat
disergap kembali oleh manusia, maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali
masyarakat sendiri agar dia dapat hidup dengan baik sehingga manusia menjadi
kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat .
Kamis, 29 Oktober 2015
RANGKUMAN
BAB 1
TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR
A.
PENDAHULUAN
Mata kuliah ilmu budaya dasar adalah
salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang
kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya
sehari-hari. Hal ini perlu, karena
dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah,
maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tidaklah dapat disangkal bahwa ruang
lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia
spesialis tidak luas.
Disinilah diharapkan kegunaan mata
kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jenis jurusan dapat
mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan, agar interelasi antara intelektuil
kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negara kita pada
umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.
Dengan mendapat mata kuliah Ilmu
Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan
yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia. Agar dengan demikian mahasiswa
diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan
kreatif. Salah satu sifat penting ialah bahwa ini bukan pelajaran sastra, bukan
musik, bukan filsafat, bukan sesuatu disiplin yang berdiri sendiri. Sesuai dengan
namanya Ilmu Budaya Dasar kuliah ini hanya memberikan dasar-dasar yang cukup
kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan
dalam hubungan usaha yang terus menerus mencari kebenaran, keindahan,
kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungnnya dengan alam semesta. Tuhannya,
masyarakatnya dan juga penemuan dirinya sendiri. Jadi secara singkat dapatlah
dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan
memperlihatkan :
1.
Minat
dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan diluar
lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa.
2.
Kesadaran
akan pola pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini
dengan cara hidupnya sehari-hari.
3.
Kerelaan
memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk
mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai
tersebut untuk dirinya sendiri.
4.
Keberanian
moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya
dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat
dibenarkan
Latar belakang IBD dalam konteks
budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai
berikut :
1.
Kenyataan
bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala
keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang
biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
2.
Proses
pembangunan yang sedang berlangsung dan terusmenerus menimbulkan dampak positif
dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem bilai budaya
sehingga mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari
pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
3.
Kemajuan
ilmu pengatahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia. Menimbulkan konflik dengan
tata nilai kebudayaannya. Sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan
yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi,
yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi-segi negatif. Akibat
dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah
B.
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI
MATA KULIAH DASAR UMUM
Ilmu budaya dasar merupakan salah
satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata
kuliah wajib di semua perguruan tinggi. Baik yang sifatnya eksakta maupun yang
non eksakta.
Seara khusus MKDU bertujuan untuk
menghasilkan warga negara serjana yang berkualilifikasi sebagai berikut ;
1.
Berjiwa
pancasila sehingga keputusan serta tindakannya menverminkan pengalaman nilai-nilai
pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi. Yang mendahulukan
kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2.
Takwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak dengan ajaran agamanya,
dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3.
Memiliki
wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan
kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan
keamanan.
4.
Memiliki
wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara
bersama-sama mampu berperan sertameningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan
alamiah dan secara bersama-sama berperan serta di dalam pelestariannya.
Jadi, pendidikan umum yang menitik beratkan
pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda
dengan mata kuliah-mata kuliah bantu yang bertujuan untuk menompang keahlian
mahasiswa dalam disiplin ilmunya.
C.
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan
di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari
istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Adapun isitilah Humanities itu sendiri
berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan
halus.
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya
Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui
pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu
dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.
Ilmu-ilmu
Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal
itu digunakan metode ilmiah.
2.
Ilmu-ilmu
Sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan mengkaji
keteraturan-ketaruran yang terdapat dalan hubungan antar manusia. Untuk
mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu
alamiah.
3.
Pengetahuan
Budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk
memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji
hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
pernyataan-pernyataan bersifat unik, kemudian diberi arti.
D.
TUJUAN ILMU DASAR
Untuk bisa menjangkau tujuan Ilmu
Budaya Dasar diharapkan dapat :
1.
Mengusahakan
penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih
mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan
profesi mereka.
2.
Memberi
kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah
kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap
persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.
Mengusahakan
agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara sera ahli dalam bidang
disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan
pengkotaan disiplin yang ketat.
4.
Mengusahkan
wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama
lain.
E.
RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Bertitik tolak dari kerangka tujuan
yang telah ditentukan di atas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan
pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :
1.
Berbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan masalah kemanusiaan dan budaya yang
dapat didekati dengan menggunakan budaya (The Humanities).
2.
Hakekat
manusia yang satu universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya
dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua masalah pokok yang bisa
dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut di atas, nampak dengan
jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan
adalah :
-
Manusia
dan cinta kasih
-
Manusia
dan keindahan
-
Manusia
dan penderitaan
-
Manusia
dan pandangan hidup
-
Manusia
dan tanggung jawab serta pengabdian
-
Manusia
dan kegelisahan
-
Manusia
dan harapan.
Kedelapan pokok bahasan itu termasuk
dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Masing-masing pokok
bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang tersebut. Disamping
itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan
menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tari, atau filsafat dan
sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)